BIMA – BARISAN INSAN MUDA
BIMA – BARISAN INSAN MUDA
BIMA akan terus menjadi mitra strategis dalam membangun generasi muda Indonesia yang unggul, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Jakarta-Amas Persada News-Tersebarnya diberbagai provinsi merupakan bukti bahwa Ketum BIMA H.Syarief merupakan konsolidator kelas A.
"Pertama orang mengenal Ketum Syarief sebagai Tokoh Islam, kedua sebagai Tokoh Kebangsaan dan Ketiga sebagai Tokoh peduli ekonomi rakyat kecil maka menarik perhatian orang-orang daerah mulai dulu hingga kini"ujar Wakil Ketua Jaringan Mahasiswa BIMA Nurcahayani
JM-BIMA menyebut infrastruktur BIMA diprediksi akan terus menjangkau seluruh pelosok negeri dan pasti terus tumbuh dengan izin Allah mengingat Profil H.Syarief rekam jejaknya selalu kalau membuat organisasi maka umur organisasi itu biasanya awet. "Inilah kenapa kaum Mahasiswa mengagumi H.Syarief sehingga bergabung ke JM-BIMA"tegasnya
Keyakinan akan daya tahan organisasi inilah yang kemudian menjadi "lem" yang merekatkan kaum mahasiswa ke dalam gerbong JM-BIMA. Di tengah kelesuan partisipasi politik kaum muda, magnet personal Syarief seolah memberikan oase bagi mereka yang mencari pelabuhan pergerakan yang terukur dan memiliki visi jangka panjang.
Ya,Di kantor-kantor sekretariat yang tersebar dari sudut Sumatra hingga pelosok timur Indonesia, gema nama Barisan Insan Muda (BIMA) kian nyaring terdengar. Tak lagi sekadar organisasi di atas kertas, BIMA kini menjelma menjadi simpul pergerakan yang merambat cepat ke berbagai provinsi. Bagi para pengamat, fenomena ini bukanlah kebetulan. Ini adalah buah dari kemampuan "tangan dingin" sang ketua umum, H. Syarief.
Di mata koleganya, Syarief bukan sekadar pemimpin organisasi. Ia adalah seorang konsolidator kelas wahid. Mampu membaca gelombang zaman dan menerjemahkannya ke dalam barisan massa yang tertata.
BIMA mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk bergabung dalam gerakan nasional yang berorientasi pada kualitas, integritas, dan pengabdian. Bersama kita membangun generasi pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.
Serta nilai:
Hiduplah Barisan Kita • Indonesia Tetap Jaya • NKRI Harga Mati
